Mengapa IPhone 11 Tidak Menguntungkan Di China?

Gambar diambil dari gsmarena.com
Kemarin Apple baru saja mengumumkan IPhone 11 yang merupakan seri terbaru dari jajaran smartphone mereka. Model Iphone baru siap untuk memasuki "Marketplace" mulai 20 September, termasuk di Cina. IPhone sejak dulu sangat populer di negara Cina yang berada pada segmen smartphone kelas premium, tetapi banyak hal telah berubah dalam beberapa tahun terakhir. Q1(tiga bulan pertama) 2019 laporan pengiriman smartphone dari China mengungkapkan bahwa pengiriman Apple menurun sebesar 30%. Bahkan di Q2 2019, pengiriman perusahaan tersebut turun 6%.

Apakah Iphone baru akan kembali menjadi "Trendsetter"?

Meskipun tidak dapat dipastikan apakah seri iPhone 11 yang baru akan mengubah kinerja penjualan Apple di Cina, kami perkirakan bahwa Apple memasuki Marketplace dengan kerugian besar sejak awal. Pada acara pembukaan iPhone 11 kemarin, Apple gagal menyebutkan apa pun yang terkait dengan 5G. Dan mengingat bagaimana Cina telah bertaruh besar pada teknologi 5G baru, itu akan menjadi kelemahan besar untuk iPhone 11.

Tiga operator besar China diperkirakan akan meluncurkan 5G di kota-kota besar pada akhir 2019. Sudah ada beberapa ponsel Android 5G yang tersedia di pasar, memberi pengguna kesempatan untuk terhubung ke teknologi jaringan berkecepatan tinggi ini. Tetapi tanpa dukungan 5G, iPhone baru bisa kesulitan mengambil hati orang orang yang ingin mencoba 5G seperti pada smartphone Mate 30 Pro 5G yang akan datang atau Xiaomi Mi 9 Pro 5G dengan harganya yang lebih murah.

Bukan sekedar 5G

Perang dagang yang sedang berlangsung adalah masalah besar bagi Apple di Cina. Semua dikarenakan larangan perdagangan yang diberlakukan pada Huawei, sentimen nasionalis meningkat di Cina. Ini berarti banyak orang lebih suka membeli smartphone dari perusahaan seperti Huawei dan OPPO daripada yang  iPhone.

Juga, dalam hal fitur dan pengalaman, ponsel Android telah mendekati dan bahkan terkadang melampaui iPhone. Misalnya, masa dimana iPhone tidak memiliki saingan di sektor kamera. Tetapi dengan kemajuan terbaru dari perusahaan seperti Huawei dan Samsung, beberapa smartphone asal China dan Korea memiliki beberapa flagship dengan kualitas kamera yang sangat bagus di ekosistem Android.

Faktanya, ponsel Android China sekarang menawarkan fitur yang lebih baik dan lebih canggih daripada iPhone. Misalnya, Xiaomi baru baru ini meluncurkan teknologi pengisian nirkabel (wireless charging) tercepat di dunia dengan pengisian cepat 30W. Sensor RYYB Huawei pada P30 Pro telah meningkatkan kemampuan kameranya. Lalu ada Vivo yang bereksperimen dengan tampilan di ponselnya untuk membuatnya hampir tanpa bingkai. Semua kemajuan baru tersedia untuk pelanggan di negara Cina terlebih dahulu, dengan harga yang lebih rendah dari iPhone.

Selain itu, upaya Huawei untuk memenangkan hampir 50% pasar Cina juga akan berdampak buruk pada kinerja Apple di wilayah tersebut. Raksasa telekomunikasi China ini menggandakan upayanya untuk berekspansi di pasar Cina setelah menghadapi masa depan yang tidak pasti dari larangan AS. Bahkan flagship baru Mate 30 Pro sudah akan mulai dijual di Cina. 

Apakah Iphone Versi Murah Bisa membantu penjualan di China?

Apple membuat langkah cerdas dengan menjaga harga iPhone 11 lebih murah dari pendahulunya. Tapi itu masih tidak terjangkau di pasar Cina.

Sebagai contoh, ketika P30 Pro secara resmi diumumkan di Tiongkok pada bulan April, 8GB + 128GB dimulai pada 5488 Yuan (USD 774) di Cina. Varian termurah dari IPhone 11 baru (Dual Kamera) dengan penyimpanan 64GB mulai dari 5499 Yuan (USD 775).

Terlihat perbedaan harga dan spesifikasi di sini. Ketika Mate 30 Pro akan secara resmi diumumkan di China akhir bulan ini, harganya akan sangat dekat dengan harga tersebut. Dan Mate 30 Pro akan datang dengan dukungan 5G, baterai besar, pengisian super cepat, salah satu kamera terbaik di dunia, serta chipset AI yang kuat. Plus, ini adalah smartphone Cina, yang berarti masyarakat China mendukung perkembangan ekonomi negara mereka saat membeli perangkat tersebut.

Mempertimbangkan faktor-faktor ini, Apple mungkin tidak mudah menjual iPhone nya di China, setidaknya tidak dalam angka angka penjualan seperti beberapa tahun yang lalu.

Apakah strategi Apple untuk masalah diatas?

Daniel Ives, seorang analis di WedBush menyatakan bahwa sekitar sepertiga dari 900 juta pengguna iPhone di seluruh dunia akan melakukan upgrade dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Juga, sekitar 60 hingga 70 juta konsumen Cina akan melakukan pembaruan yang dapat membantu mendorong penjualan seri IPhone 11 dalam beberapa bulan mendatang.

Juga, bahkan jika Apple tidak melakukan sebaik di Cina seperti yang terjadi di masa kejayaannya, perusahaan tersebut masih cenderung untung secara internasional karena perang perdagangan yang sedang berlangsung. Dengan Huawei dilarang menggunakan layanan Google di ponselnya, penjualan internasionalnya dapat terpukul. Ini membuka peluang bagi Apple untuk mengambil pangsa pasar Huawei di segmen premium.

Juga, IPhone yang lebih murah dilaporkan sedang dalam pengerjaan dan dikatakan akan rilis tahun depan. Itu bisa menjadi kemudahan bagi pengguna iOS yang ingin meningkatkan ke model IPhone baru tetapi tidak ingin menghabiskan banyak uang untuk membelinya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mengapa IPhone 11 Tidak Menguntungkan Di China?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel