Nepal Melarang Penggunaan Plastik Di Gunung Everest

Gambar diambil dari en.wikipedia.org

Mendaki Gunung Everest tidak seperti dulu. Awal tahun ini, John Oliver melakukan penelusuran mendalam ke kumpulan gunung tinggi di Pengunungan Everest dalam acara "Last Week Tonight.". Ia bercanda bahwa mendaki puncak telah menjadi seperti antrian di "Trader Joe's." Dan, selain banyak masalah lainnya, semua orang yang mendaki Pengunungan Everest membawa banyak sampah.

Dalam upaya untuk mengurangi sampah yang ditemukan berserakan di sekitar Everest, Nepal mengumumkan bahwa mereka akan melarang plastik sekali pakai dari wilayah Khumbu.

Larangan tersebut, efektif dilaksanankan per Januari 2020. Aturan ini akan melarang pendaki membawa plastik dari toko toko penjual botol minuman ringan plastik dan plastik sekali pakai dengan ketebalan kurang dari 0,03 milimeter. Larangan ini tidak berlaku untuk botol air plastik.

"Kami sedang berkonsultasi dengan semua pihak tentang apa yang dapat dilakukan tentang botol air plastik," Ganesh Ghimire, kepala pejabat administrasi kotamadya pedesaan Khumbu Pasang Lhamu, mengatakan kepada CNN. "Kami akan segera menemukan solusi untuk itu."

Pemerintah belum mengumumkan hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada mereka yang membawa plastik sekali pakai ke wilayah tersebut setelah larangan dibuat. Seorang pejabat setempat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tindakan itu "akan membantu menjaga wilayah kami, yaitu Pegunungan Everest, dan gunung gunung menjadi tetap bersih dalam jangka waktu yang panjang."

Wilayah ini sekarang menerima sekitar 150.000 pengunjung setiap tahun. Awal tahun ini, setidaknya "11 ton sampah" dibersihkan dari gunung.

Tahun ini, setidaknya 11 orang meninggal atau hilang ketika berusaha mendaki Everest, menurut BBC. Dalam sebuah KTT, akan ada pemecahan rekor 885 orang yang memecahkan rekor untuk mendaki pada 2019.

Awal bulan ini, sebuah "Advisory Panel" merekomendasikan bahwa mereka yang ingin mendaki puncak Pegunungan Everest diharuskan terlebih dahulu melakukan pendakian gunung yang lebih kecil setidaknya 21.000 kaki. Advisory Panel juga menyarankan untuk meningkatkan harga pendakian menuju puncak pegunungan Everest dari "USD 11.000" menjadi setidaknya "USD 35.000".

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Nepal Melarang Penggunaan Plastik Di Gunung Everest"

  1. 11 ton sampah dari 150rb pengunjung tiap tahun..
    ISTIMEWA nya pemerintah iku andil dalam hal ini.
    apa kabar di indonesia... request review di tempat qt gan.. klo diindonesia ada gunung semeru yg memiliki panyak pendaki..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin belum ada kementrian / organisasi yang bisa tegas gan.. Siap.. sudah gan.. bisa cek..

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel