Disney Mengalami Penurunan Pendapatan Karena Investasi Streaming

Walt Disney Co (DIS.N) melaporkan penurunan pendapatan yang lebih banyak dari pada yang diperkirakan oleh Wall Street pada hari Selasa. Perusahaan ini menggelontorkan dananya untuk terjun ke media streaming dan mulai mengurangi aset yang dibeli dari Twenty-First Century Fox.

Gambari diambil dari en.wikipedia.org


Saham Disney, telah mengalami kenaik 27% pada tahun ini dan telah mencapai level tertinggi sepanjang waktu minggu lalu, tetapi mengalami penurunan sebanyak 5% dalam perdagangan setelah jam kerja (sore) menjadi USD 135.

Disney memperoleh USD 1,35 per saham untuk kuartal yang berakhir pada Juni (Tidak termasuk barang barang tertentu ), di bawah perkiraan analis rata-rata $ 1,75 per saham, menurut data IBES dari Refinitiv.

Disney, yang merupakan pemilik dari ESPN, studio film dan taman hiburan, berinvestasi besar-besaran pada platform media digital untuk menantang dominasi Netflix Inc (NFLX.O).

Ini adalah pertaruhan bisnis digital terbesar dari Disney, layanan ini adalah sebuah layanan berlangganan yang ramah keluarga. Layanan ini bernama Disney +. Disney + dijadwalkan akan memulai debutnya pada bulan November. Acara yang ditujukan untuk khusus dewasa akan terkonsentrasi pada Hulu, yang kini dikendalikan Disney.

Unit "Direct to consumer and international" melaporkan kerugian operasional USD 553 juta dari April hingga Juni, lebih banyak dari perkiraan kerugian yang dilakukan analis yaitu USD 441 juta, dan naik dari kerugian USD 168 juta dari tahun sebelumnya. Biaya lebih banyak di konsolidasi Hulu dan pengeluaran untuk Disney + dan layanan streaming ESPN +, kata Disney.

Investasi digital di masa depan yang telah dilakukan Disney akan menyebabkan kerugian operasional sekitar USD 900 juta dalam unit Direct to consumer pada kuartal yang berakhir pada bulan September, kata perusahaan, dibandingkan dengan ekspektasi kerugian USD 593 juta.

Untuk kuartal yang baru saja berakhir, eksekutif mengatakan Studio Film Fox berkinerja lebih buruk dari yang diharapkan sementara biaya untuk menyiarkan "Cricket" melalui Fox's Star India lebih tinggi daripada yang diperkirakan.

"Beberapa kesalahan lain tampaknya terkait dengan integrasi Fox," kata analis Jim Nail dari Forrester. "Saya berspekulasi bahwa mereka telah memutuskan untuk mengambil daftar kesalahan mereka di kuartal ini dan mengumpulkan semua berita "buruk" ini, kemudian membersihkan papan laporan untuk hasil yang lebih baik pada kuartal berikutnya."

Kepala Eksekutif Disney, Bob Iger mengatakan Disney fokus pada pengintegrasian film Fox dan aset TV dan menggunakannya dengan bisnis Disney untuk bergerak cepat ke dalam streaming video.

"Tidak ada yang lebih penting bagi kami daripada memperbaiki ini," kata Iger. "Kami tetap yakin dengan strategi kami dan kemampuan kami untuk berhasil melaksanakannya."

Iger juga mengatakan akan menjadikan satu layanan streaming-nya, mengenakan biaya USD 12,99 per bulan untuk Disney +, ESPN + dan Hulu yang didukung iklan, mulai bulan November.

Di unit "Taman Hiburan", pendapatan operasional keseluruhan naik 4% menjadi USD 1,7 miliar tetapi menurun di taman taman Disney di Amerika.Serikat. Disney mengaitkan penurunan itu dengan pengeluaran untuk ekspansi "Star Wars" di Disneyland California dan kehadiran pengunung yang sedikit.

Jaringan media, yang mencakup ESPN, Disney Channels, dan FX, melaporkan kenaikan 7% dalam pendapatan operasional menjadi $ 2,1 miliar.

Film blockbuster yang dipimpin oleh "Avengers: Endgame," merupakan film terlaris sepanjang masa, filim ini membantu meningkatkan pendapatan menjadi USD 20,2 miliar. Itu kurang dari USD 21,5 miliar yang diperkirakan analis.

"Endgame" meningkatkan laba studio film menjadi USD 792 juta, bersama dengan masuknya "Toy Story 4" dan "Aladdin."

Sumber: www.reuters.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Disney Mengalami Penurunan Pendapatan Karena Investasi Streaming"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel