Microsoft Berhenti Menjual EBook

Microsoft setop jualan ebook
Kabar mengejutkan datang dari "Microsoft", secara tiba tiba para konsumen yang membeli ebook melalui "Microsoft Store" kehilangan akses menuju "Library" mereka. Bagi sebagian kejadian seperti ini tentu saja sesuatu yang tidak mengenakkan, mengingat konsumen yang membeli "EBook" di Microsoft Store tidak sedikit.

Layanan penjualan ebook online yang diluncurkan pada tahun 2017 ini memilih mengandalkan penggunaan "Web Browser" daripada menggunakan aplikasi khusus berbasis "Mobile". Sayangnya layanan ini gagal membangun konsumen yang signifikan.

Pada bagian Library yang hilang tersebut, biasanya user akan mendapati beberapa judul dari ebook, tetapi kini sudah tidak ada lagi. Atas ketidaknyamanan ini, Microsot menawarkan pengembalian uang sebesar 25 dolar sebagai ganti atas pembelian ebook yang hilang.

Sumber berita lain mengatakan bahwa
 Microsoft pertama kali memperingatkan usernya tentang beberapa kebijakan yang harus dilakukan pada bulam April setelah Microsoft menyerah untuk menjadikan Microsoft Surface sebagai pilihan utama user untuk membaca novel dan buku digital. Ini membuktukan bahwa Microsoft untuk ketiga kalinya menarik diri dari persaingan pasar.

Meskipun Amazon sekarang mendominasi industri dengan platform "Kindle"nya, tetapi Microsoft sebenarnya sudah mengungguli saingannya ini selama tujuh tahun.

MSReader adalah format untuk membaca teks digital atau ebook yang dibuat pada tahun 2000. Tetapi karena mendapat rival dari perusahaan "Palm" dan "Mobipocket (perusahaan dari Perancis), MSReader sepi peminat.

Pendapat saya pribadi sih, sebenarnya sangat disayangkan Microsoft berhenti berjualan ebook. Karena ebook selain terdapat Novel, ebook juga dapat berfungsi sebagai Tutorial tertulis. Dan saya yakin banyak user yang merasa terbantu dengan adanya ebook seperti itu.

Sumber: bbc.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

6 Responses to "Microsoft Berhenti Menjual EBook"

  1. Bener gan padahal budaya membaca wajib bagus artikelnya

    ReplyDelete
  2. Karena udah banyak saingan nya kali gan. Info yang menarik.

    ReplyDelete
  3. persaingan dunia digital emang ngeri gan

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel