Kebijakan Blokir IMEI Dimulai 17 Agustus

Teman teman pembaca, ada enggak ya yang handphonenya enggak beli di Indonesia? Atau mungkin beli handphone dengan Garansi Distributor? Saya yakin pasti ada. Nah, akhir akhir ini kan berita tentang kebijakan Pemerintah RI "Blocking IMEI" lagi rame ramenya nih dibahas. Termasuk beberapa reviewer handphone yang juga membahas gimana kedepannya nasib tentang handphone enggak resmi atau juga dikenal dengan istilah "BM atau Black Market.

Ilustrasi diambil dari (commons.wikipedia.org)

Nah, sebelum kita membahas lebih jauh ada baiknya kita mengenal apa itu IMEI. IMEI adalah singkatan dari "International Mobile Equipment Identity. Sederhananya adalah, IMEI adalah "KTP"nya semua handphone yang telah dibuat diseluruh dunia. Jadi dengan adanya IMEI ini, seluruh handphone diseluruh dunia bisa dikenali.

Tentu saja, urusan blok atau unblok bukanlah sesuatu urusan yang mudah mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak ini, tentu ada kerumitan tersendiri apabila proses blokir IMEI dilakukan.
Lalu, setelah kita mengenal IMEI tentunya banyak dari teman teman yang penasaran bagaimana sih IMEI bisa diblok? 

1. Sistem Informasi. Kementrian Perindustrian diketahui telah mengembangkan suatu sistem atau semacam software yang dapat mengidentifikasi "Smartphone Ilegal". Software itu bernama "DIRBS", singkatan dari Device Identification, Registration, and Blocking System. Denga DIRBS ini semua nomor IMEI smartphone  penduduk Indonesia akan terdaftar di database milik Kemenperin.

2. MSISDN. MSISDN adalah singkatan dari data mobile subscriber integrated services digital network number atau bisa juga disebut nomor identitas kartu SIM dari provider telekomunikasi. Nantinya MSISDN dan DIRBS akan diintegrasikan sehingga memudahkan Kemenperin dalam menentukan smartphone yang akan diblokir.

3. Provider kartu SIM akan menanam aplikasi pendeteksi smartphone ilegal ini saat konsumen pertama kali mengaktivasi nomor kartu SIM dan terhubung ke jaringan. Apabila smartphone teridentifikasi sebagai smartphone ilegal, maka koneksi jaringan otomatis akan dimatikan. Artinya, kalau smartphone anda ilegal, anda tidak akan bisa internetan.

Lalu bagaimana cara mengetahui smartphone kita legal atau tidak? Begini caranya:

1. Cari kode IMEI handphone kita dengan cara:
     -  Tekan *#06#
     - Membuka About Phone, kemudian cari informasi tentang IMEI
     - Membaca kode IMEI yang ada di kotak handphone kita

2. Buka halaman Web Kemenperin dengan mengetikkan www.kemenperin.go.id/imei di browser kita

3. Apabila sudah muncul kolom pengecekan IME, masukkan nomor IMEI di sana lalu klik Simpan.

4. Muncul informasi legalitas smartphone. Kalau smartphone-mu terdaftar, akan terlihat IMEI, perusahaan, merk dan model smartphone-mu.

Tapi kalau tidak, ada dua kemungkinan. Pertama, bisa jadi IMEI handphone kalian belum masuk database Kemenperin. Kedua, smartphone yang kalian beli memang didistribusikan lewat jalur tidak resmi atau black market (BM) alias ilegal.

Sebenarnya apabila kita bertanya alasan orang mau membeli smartphone tidak resmi mungkin sebagian dari kita akan menjawab karena selisih harga yang cukup murah dibandingkan dengan smartphone resmi. Tetapi banyak juga orang yang membeli smartphone tidak resmi justru karena smartphone yang ingin dibeli tidak dijual di Indonesia. Bagi penggila "Teknologi", adanya inovasi baru justru membuat mereka ini tertarik untuk cepat merasakan pengalaman menggunakan "Flagship" terbaru. Nah, masalahnya adalah jika smartphone tersebut dijual tidak resmi di Indonesia tentu saja mereka akan membeli melalui jalur tidak resmi. Bahkan "E-Commerce" luar negeri pun juga dengan mudah diakses oleh kita. Jadi semakin bingung bukan? 

Ketika blokir IMEI ini mulai diberlakukan, apakah wisatawan mancanegara juga akan terkena imbasnya? Contohnya di Bali, disana banyak sekali wisatawan Eropa yang liburan disana. Apabila smartphone mereka terkena blok, otomatis wisatwan mancanegara akan menjadi malas liburan di Indonesia karena tidak bisa menggunakan handphone mereka. Dan tentu saja kementrian pariwisata akan terkena dampak mengingat pendapatan di sektor pariwisata sangat besar. Jadi kita tunggu saja 17 Agustus nanti bagaimana teknis blokir IMEI ini berjalan, apakah bisa "Win Win Solution" atau tidak. 

Sumber: liputan6.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Kebijakan Blokir IMEI Dimulai 17 Agustus"

  1. inikrusial banget mas, perlu banyak diskusi dan pemecahan masalah serta pengukuran dampak terlebih dahulu sebelum benar-benar diterapkan. Semoga nanti bisa sama-sama enak hasil keputusannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, semoga ada jalan keluar yang lebih baik.. Terima kasih sudah mampir mas..

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel